Skip to main content

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar


Gegara Trump, Emiten China Bakal 'Mudik' ke Bursa Hong Kong

Posted: 04 Jun 2020 05:13 PM PDT


Kontak Perkasa Futures - Sejumlah perusahaan asal China yang terdaftar di bursa Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan mencatatkan saham di Bursa Hong Kong pada tahun ini. Langkah ini diambil lantaran tingginya tensi antara AS-China menyusul undang-undang keamanan nasional baru yang diterapkan China di Hong Kong.

CEO Hong Kong Exchanges and Clearing Ltd, Charles Li, mengatakan langkah sejumlah perusahaan China kembali ke Hong Kong akan mendorong jumlah penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) bakal lebih semarak lagi di kota administrasi China ini.

"Ini akan menjadi tahun yang besar bagi IPO, termasuk IPO besar dari Tiongkok. [Emiten] yang kembali sangat besar [kapitalisasi pasarnya], apa yang kita sebut mereka, dari AS," kata Charles Li, dilansir Reuters, Jumat (5/6/2020), melalui webcast pada konferensi industri yang diadakan oleh bank investasi asal AS, Piper Sandler.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat pekan lalu menegaskan pemerintahannya akan menghilangkan perlakuan khusus bagi Hong Kong menyusul undang-undang keamanan baru yang diterapkan China. UU tersebut dinilai akan membuat AS mencabut kembali status Hong Hong sebagai salah satu pusat keuangan global.

Perusahaan-perusahaan China yang tercatat di bursa AS (Wall Street) baik di New York Stock Exchange maupun Nasdaq, juga tengah tertekan, mengingat Nasdaq akan memperkenalkan kebijakan baru yang fokus pada transparansi. Kebijakan baru Nasdaq ini berpotensi membuat gerak bisnis perusahaan China terbatas, mau tak mau berpotensi terdepak dari Wall Street.

Li mengatakan, banyak perusahaan China yang mencatatkan saham di AS sebetulnya karena mereka tidak dapat memenuhi syarat untuk tercatat di Bursa Hong Kong, yang sampai saat ini memiliki standar pencatatan yang lebih ketat ketimbang AS, misalnya persyaratan hak tata kelola dan saham kelas ganda.

Beberapa perusahaan seperti itu masih tidak memenuhi syarat untuk mendaftar di Hong Kong, dan "kami sebenarnya tidak menginginkannya," kata Li.

"Tapi semua perusahaan besar yang kita tahu akan kembali, mereka sudah memenuhi syarat [untuk mencatatkan saham]," katanya, sembari menekankan perusahaan-perusahaan China yang akan 'mudik' itu berasal dari sektor teknologi.

"Mencatatkan saham di Hong Kong, di papan primer atau sekunder akan memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut lebih dekat dengan basis pelanggan utama mereka," katanya.

"Hari ini suasana di AS menjadi kurang bersahabat dan kami jelas secara mendasar akan mengubah banyak aspek dari pencatatan saham kami sehingga kami menjadi lebih akomodatif," katanya.

RUU ini akan membuat perusahaan-perusahaan China yang tercatat di bursa AS seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Baidu Inc. bisa terdepak dari bursa saham AS di tengah hubungan kedua negara yang makin tegang.

Kedua senator inisiator RUU tersebut yakni John Kennedy, senator Louisiana dari Partai Republik, dan Chris Van Hollen, senator Demokrat dari Maryland. Baik Kennedy dan Van Hollen menegaskan bahwa beleid yang tengah diperjuangkan ini bertujuan demi menjaga kepentingan investor AS.

RUU tersebut sudah diloloskan oleh Senat pada Rabu (20/5/2020) waktu AS, tinggal menunggu kelanjutan dari DPR AS (House of Representatives). Kongres AS yang terdiri dari DPR dan Senat ini nantinya akan meloloskan undang-undang yang disepakati oleh Senat, yang kemudian dikirim ke Presiden Donald Trump untuk diratifikasi.

Dalam pernyataan Kennedy di situs resminya, kennedy.senate.gov, dia menjelaskan latar belakang kenapa RUU ini bisa lahir.

RUU Akuntabilitas Perusahaan Asing ini akan mendorong perusahaan asing mana pun yang terdaftar (listing) atau mencatatkan sahamnya di salah satu bursa saham AS mematuhi audit dari Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (Public Company Accounting Oversight Board/PCAOB) selama 3 tahun berturut-turut.

RUU itu juga akan meminta perusahaan publik untuk mengungkapkan apakah mereka dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah asing, termasuk pemerintah komunis China.


Source CNBC indonesia

Comments

Popular posts from this blog

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar Imbal Hasil dan Saham Naik, Emas Berakhir Turun Posted: 21 Dec 2021 07:03 PM PST   Kontak Perkasa Futures - Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Selasa (21/12), untuk catat penurunan kedua beruntun, seiring saham rebound di Wall Street pasca aksi jual yang dipicu oleh omicron. Imbal hasil Treasury juga melonjak, menghambat untuk pembelian emas batangan dalam waktu dekat. Imbal hasil Treasury meningkat, dengan tingkat obligasi Treasury 10-tahun di sekitar 1,48% dari 1,418% pada pukul 3 sore Waktu Timur AS pada hari Senin (20/12). Imbal Hasil yang meningkat dapat mengurangi permintaan untuk logam mulia. Emas untuk pengiriman Februari turun $5,90, atau 0,3%, menjadi $1.788,70 per ounce. Sementara itu, dolar datar tetapi bertahan di wilayah positif, yang diukur oleh Indeks Dolar AS ICE. (Tgh) Sumber: Marketwatch PT Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT KP Press You are subscribed to e...

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar Emas Naik Lebih Dari 2% Kembali Raih Level $1.700 Posted: 09 Mar 2021 07:15 PM PST   Kontak perkasa Future s - Emas berjangka naik lebih dari 2% pada hari Selasa (9/3) untuk merebut kembali level kunci $1.700 per ons "Meningkatnya imbal hasil Treasury dengan tenor 10 dan 30 tahun merupakan gejala reflasi, jadi penurunan imbal hasil Treasury hari ini memungkinkan lonjakan oversold dalam emas, dalam konteks tren bearish emas," ungkap Michael Armbruster, managing partner di Altavest. "Menurut kami, waktu emas untuk bersinar mungkin tidak akan datang hingga akhir tahun." Emas untuk pengiriman April naik $38,90, atau 2,3%, menetap di $1,716,90 per ons, setelah penurunan beruntun selama empat sesi. Kontrak pada hari Senin menunjukkan harga kontrak teraktif terendah yang berakhir sejak 3 April, menurut data FactSet.(yds) Sumber: Marketwatch PT Kontak perkasa Futures PT kontak perkasa PT KP Press...

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar Harga Emas Antam Melonjak Rp 10 Ribu per Gram Posted: 23 Apr 2020 10:22 PM PDT Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 10 ribu pada Jumat (24/4/2020). Harga logam mulia ini naik menjadi Rp 944 ribu per gram. Sementara harga buyback emas Antam juga naik Rp 10 ribu berada di Rp 843 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 843 ribu per gram. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.41 WIB. Mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.680.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.810.000. Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). Rincian Harga ...