Skip to main content

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar


Harga Emas Dunia Diprediksi Mentok US$ 2.000/oz, Yakin Gak?

Posted: 16 Jun 2020 06:02 PM PDT


Kontak Perkasa Futures - PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders) menilai harga emas dunia sudah mentok di level saat ini dan diperkirakan tak akan mampu menembus level US$ 2.000 per troy ounce. Schroders menilai ada ekspektasi perekonomian dunia mulai membaik sehingga investor melihat dunia bisnis akan kembali bergeliat.
Dengan demikian, aset-aset safe haven seperti emas dunia, lazimnya akan menurun permintaannya di tengah tingginya risk appetite atau kecenderungan investor memburu aset-aset berisiko.

CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan investor memilih mengamankan dananya di emas dalam kondisi perekonomian melambat, bahkan saat mengalami penurunan. Kondisi tersebut terjadi pada saat krisis 2008-2009 dan kembali terjadi pada akhir 2019 hingga awal 2020.

Perkiraan perekonomian yang turun ini membuat harga emas melambung dari US$ 1.200 per troy ounce bisa menguat hingga US$ 1.700 per troy ounce.

"Sekarang ini US$ 1.700 dan sedikit flat saat ini ga tembus US$ 1.800 karena banyak pengusaha melihat ekonomi mulai up sehingga ga banyak yang investasi di emas. Ekonomi mulai pulih, orang mulai investasikan dananya ke bisnis, bukan emas. Ini emas terkendala naiknya karena banyak bilang emas bisa US$ 2.000. Ini yang kita bisa liat saat ini," kata Michael di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Adapun pada perdagangan Selasa pagi kemarin, di pasar spot, harga emas dunia flat saja di tengah kian agresifnya bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang berencana akan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder.

Harga emas menguat tipis cenderung flat 0,04% ke US$ 1.726,15/troy ons. Memasuki bulan Juni emas ditransaksikan di rentang tertinggi pada US$ 1.740/troy ons dan terendah di US$ 1.685/troy ounce.

Untuk saat ini harga emas masih dibayangi adanya deflasi, menurut seorang analis dari Saxo Bank.

"Inflasi rendah karena turunnya permintaan dari konsumen dan lambatnya pembukaan ekonomi kembali sehingga mengurangi permintaan emas," kata Hansen Ole, analis Saxo Bank sebagaimana dilaporkan Reuters.

"Secara teknikal, level resisten [batas atas] emas terkuat berada di US$ 1.740 dan aliran dana tak mencukupi," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Namun dengan rendahnya suku bunga, banjir stimulus fiskal serta moneter secara global hingga ancaman munculnya gelombang kedua wabah (second wave outbreak) analis memandang prospek emas jangka panjang masih positif.

Emas merupakan aset minim risiko (safe haven) yang diburu ketika kondisi ekonomi sedang diliputi risiko ketidakpastian. Di sisi lain tingkat suku bunga yang rendah dan banjir stimulus yang ada dalam jangka panjang berpotensi membuat inflasi menjadi lebih tinggi, sehingga emas sebagai aset lindung nilai (hedge) terhadap depresiasi nilai tukar menjadi semakin menarik.

Sebelumnya sejumlah lembaga dan analis memprediksi harga emas dunia menanjak pada level tertentu. Prediksi pertama datang David Roche, Presiden dan ahli strategi global di Independent Strategy yang berbasis di London. Pertengahan tahun lalu, dia memprediksi harga emas dunia bisa mencapai US$ 2.000/troy ounce.

Prediksi kedua dari Bank of America Merrill Lynch (BoA) yang memperkirakan harga emas dunia bakal menembus US$ 1.500 per troy ounce (oz) di tahun lalu dan sudah tercapai, lalu tahun ini bisa menembus US$ 2.000/troy ons.

Satu troy ounce, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 2.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 64,31 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.000/US$, maka prediksi harga emas tahun ini bisa menembus Rp 900.340/gram.

Emas Antam

Pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun 0,47% atau sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 840.120/gram dari perdagangan Senin di level Rp 844.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Senin, harga emas Antam naik 0,24% atau Rp 2.000 dari posisi harga Sabtu yakni Rp 842.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 0,47% berada di Rp 84,012 juta dari harga kemarin Rp 84,412 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Selasa kemarin turun Rp 4.000 menjadi Rp 898.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 902.000/gram pada hari Senin kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun 0,76% atau Rp 6.000 ditetapkan pada Rp 787.000/gram, dari posisi kemarin Rp 793.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.


Source CNBC Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar Imbal Hasil dan Saham Naik, Emas Berakhir Turun Posted: 21 Dec 2021 07:03 PM PST   Kontak Perkasa Futures - Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Selasa (21/12), untuk catat penurunan kedua beruntun, seiring saham rebound di Wall Street pasca aksi jual yang dipicu oleh omicron. Imbal hasil Treasury juga melonjak, menghambat untuk pembelian emas batangan dalam waktu dekat. Imbal hasil Treasury meningkat, dengan tingkat obligasi Treasury 10-tahun di sekitar 1,48% dari 1,418% pada pukul 3 sore Waktu Timur AS pada hari Senin (20/12). Imbal Hasil yang meningkat dapat mengurangi permintaan untuk logam mulia. Emas untuk pengiriman Februari turun $5,90, atau 0,3%, menjadi $1.788,70 per ounce. Sementara itu, dolar datar tetapi bertahan di wilayah positif, yang diukur oleh Indeks Dolar AS ICE. (Tgh) Sumber: Marketwatch PT Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT KP Press You are subscribed to e...

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar Emas Naik Lebih Dari 2% Kembali Raih Level $1.700 Posted: 09 Mar 2021 07:15 PM PST   Kontak perkasa Future s - Emas berjangka naik lebih dari 2% pada hari Selasa (9/3) untuk merebut kembali level kunci $1.700 per ons "Meningkatnya imbal hasil Treasury dengan tenor 10 dan 30 tahun merupakan gejala reflasi, jadi penurunan imbal hasil Treasury hari ini memungkinkan lonjakan oversold dalam emas, dalam konteks tren bearish emas," ungkap Michael Armbruster, managing partner di Altavest. "Menurut kami, waktu emas untuk bersinar mungkin tidak akan datang hingga akhir tahun." Emas untuk pengiriman April naik $38,90, atau 2,3%, menetap di $1,716,90 per ons, setelah penurunan beruntun selama empat sesi. Kontrak pada hari Senin menunjukkan harga kontrak teraktif terendah yang berakhir sejak 3 April, menurut data FactSet.(yds) Sumber: Marketwatch PT Kontak perkasa Futures PT kontak perkasa PT KP Press...

PT Kontakperkasa Futures | Makassar

PT Kontakperkasa Futures | Makassar Harga Emas Antam Melonjak Rp 10 Ribu per Gram Posted: 23 Apr 2020 10:22 PM PDT Kontak Perkasa Futures - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 10 ribu pada Jumat (24/4/2020). Harga logam mulia ini naik menjadi Rp 944 ribu per gram. Sementara harga buyback emas Antam juga naik Rp 10 ribu berada di Rp 843 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 843 ribu per gram. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.41 WIB. Mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.680.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.810.000. Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). Rincian Harga ...